Blitar – Setiap 1 Muharram (1 Suro), Pemerintah Kabupaten Blitar selalu menggelar upacara larung sesaji. Agenda tahunan ini dilaksanakan di Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Sabtu (23/9). Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Drs.H. Rijanto, MM menyampaikan, setiap pergantian tahun baru Muharam atau dalam peringatan 1 Suro, Pemerintah Kabupaten Blitar mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta meramaikan acara larung sesaji. Menurutnya ini sebagai bagian dari wujud syukur kepada Allah SWT, atas melimpahnya hasil laut yang diberikan kepada nelayan.
Lebih lanjut diungkapkannya, rasa syukur terhadap hasil laut bukan saja melalui larung sesaji, namun bisa dengan cara lain. Diantaranya dengan memanfaatkan hasil laut dengan baik serta menjaga kondisi lingkungan pantai tetap bersih, sehingga pengunjung merasa nyaman bahkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, supaya ekonomi masyarakat sekitar pantai turut meningkat.
Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga menyampaikan, banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan pantai, antara lain menjaga tanaman khas seperti mangrove, cemara udang dan lain-lain. Sehingga pantai lebih asri.
Sementara itu, Kepala Diparbudpora Kabupaten Blitar, Luhur Sejati mengatakan, acara adat yang saat ini ada terus ditingkatkan agar bisa menjadi destinasi wisata budaya andalan Kabupaten Blitar. Untuk itu, menjadi tantangan bagi Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga untuk terus mengembangkan lewat berbagai inovasi.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Tambakrejo, Santoso dalam laporannya mengungkapkan, rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Blitar atas perhatian dan kontribusinya pada kegiatan larung sesaji. Mengingat kegiatan ini merupakan tradisi turun temurun yang patut dijaga. Dia juga menceritakan sejarah larung sesaji. Upacara adat ini berawal dari larung sesaji yang dilakukan oleh Atmajaya salah satu prajurit dari Mataram yang notabene adalah anak buah Pangeran Diponegoro. Atmaja melarikan diri ke Pantai Tambakrejo dan melakukan tasyakuran atau yang saat ini lebih dikenal Larung Sesaji.
Seperti diketahui, larumg sesaji di Pantai Tambakrejo tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Gunungan nasi tumpeng, hasil bumi dilarungkan melalui dermaga pelelangan ikan. Larung sesaji dibuka oleh Bupati Blitar ditandai dengan pemukulan gong dan penyerahan selendang kepada juru kunci Pantai Tambakrejo, Ladi (Mbah Sangkrah). Kemudian hasil bumi serta kepala sapi dilarungkan sekitar 4 kilometer ke tengah laut.
Selain dihadiri oleh Bupati Blitar dan Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, juga hadir Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Wakil Walikota Blitar, Santoso serta seluruh kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar. (Humas)