Pemkab Blitar Peringati Hari Waisak Tahun 2024

Rabu (12/06/2024) – Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia-Nya, kita masih mendapat berkah sehat sehingga bisa menghadiri ACARA PERINGATAN HARI RAYA WAISAK 2568 BUDDIST ERA (BE)/2024. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua. Mengawali sambutan ini, atas nama pribadi, keluarga, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Blitar saya menyampaikan selamat memperingati Hari Tri Suci Waisak Tahun 2024 atau 2568 Tahun Buddhis kepada seluruh umat Buddha di seluruh Kabupaten Bltar. Semoga perayaan tahun ini terus menebarkan ketentraman, kebahagian, kedamaian dan gotong royong. Bukan saja bagi umat Buddha namun bagi seluruh masyarakat Kabupaten Blitar.

Hari Raya Waisak yang kita peringati setiap tahun ini merupakan momen penting bagi umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa suci, yaitu kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha Gautama. Peringatan ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi hendaknya menjadi momentum untuk merenungkan kembali ajaran-ajaran luhur Buddha dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini , kehidupan masyarakat penuh dengan kompleksitas dan permasalahan. Ada intoleransi, kebencian, dan keserakahan. Apalagi perkembangan zaman yang ditandai dengan hadirnya informasi dan komunikasi yang melesat cepat sungguh harus disikapi dengan bijak dan ajaran Buddha yang penuh dengan kedamaian, kasih sayang, dan kebijaksanaan, sangatlah relevan untuk diterapkan. Hal ini sesuai dengan Tema peringatan Hari Waisak 2024 yakni ‘Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis, dan Bahagia’. Tema ini juga mengandung arti ajakan untuk menebar banyak kebaikan dan mempererat kerukunan.

Untuk itu dalam kesempatan ini saya juga berpesan kepada panjenengan semua bahwa 27 Nopember 2024 mendatang, kita akan melaksanakan Pemilihan kepala daerah. Sehingga monggo kita gunakan hak plih dengan baik dengan tetap menjaga kerukunan meskipun berbeda pilihan. Kita mewujudkan masyarakat yang damai dan harmonis. Kita dapat melakukannya dengan saling menghormati perbedaan, menumbuhkan rasa toleransi, dan bahu-membahu dalam membangun bangsa dan negara. Ajaran Buddha menjadi oase yang menyejukkan dan menuntun kita menuju jalan pencerahan. Sebagai umat Buddha, monggo menjadi pelita penerang bagi umat manusia dengan menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur Buddha. Harus senantiasa berpegang teguh pada sila-sila dan menjalankan praktik meditasi untuk mencapai ketenangan dan kebahagiaan sejati. Mari bersama-sama menjaga lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Semoga Dharma senantiasa berjaya.

Check Also

Pelajar Selalu Antusias Sambut Mobil MBG, Personel Dapur Ikut Bangga

Bogor — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan Madang, Sentul, Savira Hazra mengaku bangga …