Tingkatkan Kualitas, Pemkab Blitar Berkunjung ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Senin (05/02/2024) – Pemerintah Kabupaten Blitar melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melakukan konsultasi dan berkordinasi tentang usulan DAK bidang kesehatan tahun 2025 Kabupaten Blitar. Pada kesempatan itu, turut hadir Bupati Blitar Rini Syarifah dan sejumlah pejabat di Lingkungan Pemkab Blitar. Dalam kesempatan itu, telah disampaikan bahwa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Blitar yang diukur dengan Usia Harapan Hidup (UHH) dilakukan berbagai upaya peningkatan kualitas dan aksesibilitas layanan Kesehatan.

Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, sudah dibangun beberapa fasilitas Kesehatan di Kabupaten Blitar. Saat ini terdapat 24 Puskesmas yang kedepannya akan dikembangkan menjadi 25 Puskesmas yang akan beroperasi di tahun 2024, ada 3 Klinik Utama dan 22 Klinik Pratama. Selain itu, terdapat 1 RSUD Kelas B yaitu RSUD Ngudi Waluyo, 1 RSUD Kelas C yaitu RSUD Srengat, 2 RS Swasta Kelas C, 4 RS Swasta kelas D, 7 Laboratorium Klinik, 1 Laboratorium Kesehatan Daerah, dan 165 Apotek. Meskipun sudah terdapat bebagai fasilitas pelayanan Kesehatan, masih diperlukan peningkatan sumber daya sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itu, diusulkan peningkatan sumberdaya sarana dan prasarana kesehatan melalui anggaran DAK Bidang Kesehatan Tahun 2025.

Diantaranya, usulan DAK fisik Dinas Kesehatan untuk Pembangunan Latkesmas Tier-2, penambahan Ambulance Transport, Mesin TCM, Rehab gedung puskesmas pembantu, dan Alat Kesehatan berupa vaccine refrigerator. Usulan DAK dari RSUD Ngudi Waluyo meliputi usulan alat Kesehatan untuk Ruang Rawat Jalan, Operasi, CSSD, Radiologi, UTD, Rawat Inap, dan ICU. Sedangkan Usulan DAK RSUD Srengat meliputi usulan dukungan Alat Kesehatan, Pengadaan Ambulance, dan Pembangunan Gedung Hemodialisa. Sebagai informasi, capaian kinerja bidang Kesehatan di tahun 2023 telah menunjukkan proges yang bagus yakni Angka Kematian Ibu menurun dari 17 kasus menjadi 6 kasus kematian yang terjadi di tahun 2023. Angka Kematian Bayi juga mengalami penurunan dari 85 kasus menjadi 65 kasus di tahun 2023. Untuk Prevalensi Stunting di Kabupaten Blitar data saat ini menunjukkan pada 14,3%.

Check Also

Pelajar Selalu Antusias Sambut Mobil MBG, Personel Dapur Ikut Bangga

Bogor — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan Madang, Sentul, Savira Hazra mengaku bangga …