BANTUAN RASTRA DI KABUPATEN BLITAR DIGANTI DENGAN BPNT
Bantuan Rastra Di Kabupaten Blitar Diganti Dengan BPNT.Blitar – Program Beras Sejahtera (Rastra) yang digulirkan pada tahun 2017 lalu akan berubah menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dimana perubahan program BNPT ini akan mulai dilakukan pada bulan Maret 2018. “Nantinya penerima manfaat tidak akan menerima manfaat berupa beras lagi, namun mereka akan mendapat kartu ATM yang ditransfer uang senilai Rp. 110.000/bulannya, sedangkan untuk mekanisme pembelanjaan yakni menggunakan kartu ATM dan harus di warung yang sudah ditunjuk, atau yang disebut e-Warung, serta uang tersebut hanya diperbolehkan untuk belanja beras dan telur,” ungkap Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemerintah Kabupaten Blitar Tuti Komaryati pada Kamis (01/02). Untuk itu maka saat ini pihaknya tengah melakukan beberapa persiapan, mulai dari pembentukan tim koordinasi pangan dan menunjuk warung yang mampu untuk pembelanjaan BPNT.
Lebih lanjut Tuti menambahkan, sebelum berubah ke program tersebut pada bulan Maret, untuk saat ini masyarakat yang menerima rastra, sementara akan diganti dengan Bantuan Sosial (Bansos) Rastra, artinya warga akan menerima beras 10 kg dan tidak perlu melakukan pembayaran. (RIZ-Diskominfo)
BERITA KEMARIN KLIK DISINI
Program Beras Sejahtera (Rastra) yang digulirkan pada tahun 2017 lalu akan berubah menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dimana perubahan program BNPT ini akan mulai dilakukan pada bulan Maret 2018. “Nantinya penerima manfaat tidak akan menerima manfaat berupa beras lagi, namun mereka akan mendapat kartu ATM yang ditransfer uang senilai Rp. 110.000/bulannya, sedangkan untuk mekanisme pembelanjaan yakni menggunakan kartu ATM dan harus di warung yang sudah ditunjuk, atau yang disebut e-Warung, serta uang tersebut hanya diperbolehkan untuk belanja beras dan telur,” ungkap Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemerintah Kabupaten Blitar Tuti Komaryati pada Kamis (01/02). Untuk itu maka saat ini pihaknya tengah melakukan beberapa persiapan, mulai dari pembentukan tim koordinasi pangan dan menunjuk warung yang mampu untuk pembelanjaan BPNT.