MENJAGA HARMONISASI DAN KERUKUNAN DI TAHUN POLITIK

Blitar – Tahun 2018 adalah tahun politik. Pemilihan Kepala Daerah serentak akan digelar dibeberapa wilayah di Indonesia. Disusul Tahun 2019 pemilihan Presiden/Wakil Presiden. Kondisi dan situasi dimasyarakat diharapkan tetap kondusif meskipun terdapat perbedaan pilihan. Satu diantaranya untuk menciptakan situasi tetap kondusif yakni memantapkan keyakinan beragama. Agama dijadikan sebagai pedoman untuk menebar kasih sayang dan kerukunan. Kehadiran para alim ulama dan umaro sangat penting dalam proses menyejukkan pesta demokrasi tersebut. Hal ini disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Blitar, KH.Zamroji saat acara Halakoh Kebangsaan Bersama Ulama dan Umaro, Rabu (3/1) di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro.

KH.Zamroji juga menegaskan, melalui majelis muasolah  yang dipimpin H.Nawal Kharim Zubaidi atau yang dikenal dengan Gus Shon ini diharapkan bisa menjadi pelopor adem ayemnya suasana tahun politik. Suasana yang harmonis, rukun menjadi kunci menjaga NKRI.

Sementara itu, Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM  dalam sambutannya menyampaikan selamat datang bagi para ulama antara lain,  Habib Mochamad Bin Abdul Alayidrus dari Yaman, Habib Ubaidillah Al Habsyi dari Surabaya, Habib Idrus Bin Mochamad Assegaf dari Pasuruan, dan Habib Syaikh Bin Mustofa Baabud. Menurut orang nomor satu di Kabupaetn Blitar ini, Kehadiran para ulama dan umaro di Kabupaten Seribu Candi ini  wujud bahwa ulama dan umaro berkomitmen menjalin sillaturahmi, turut menjaga kerukunan, keharmonisan antar umat sehingga mewujudkan suasana yang adem, tenang. Euforia Pilkada Serentak 2018 yang mulai dirasakan, diharapkan tidak membuat masyarakat Kabupaten Blitar terpecah belah meskipun berbeda pilihan. Tetap bisa menjaga kondusifitas dan mensukseskan kegiatan tersebut.

Ditempat yang sama, Habib Ubaidillah Al Habsyi  menyampaikan, majelis ini murni ibadah, tidak ada tendensi apapun, termasuk didunia politik. Majelis ini menegaskan tentang ajaran Nabi Muhammad SAW yang penuh cinta kasih, tidak pernah menghakimi seseorang itu salah.

Diingatkan pula, bahwa umat ibarat tubuh. Tubuh tidak bisa bergerak tanpa adanya hati. Dan hati dalam hal ini adalah ulama. Untuk itu, ulama harus tahu peran dan fungsinya bagi umat, yakni bisa membawa umat kearah kebajikan, menciptakan kerukunan dan kedamaian antar umat. (Humas)

Check Also

Pelajar Selalu Antusias Sambut Mobil MBG, Personel Dapur Ikut Bangga

Bogor — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan Madang, Sentul, Savira Hazra mengaku bangga …