Blitar – Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM) sepatutnya dilakukan oleh pelaku UMKM di Jawa Timur termasuk UMKM dari Kabupaten Blitar. Mengingat dengan cara ini usaha bisa maju. Selain itu, para pelaku UKM juga perlu mencermati tantangan bagi desa yang ingin berkembang. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menghadiri kegiatan Bursa Inovasi Desa di Pendopo Sasana Adhi Praja, Jumat (29/12).
Orang nomor dua di Jawa Timur ini juga menyampaikan bahwa, para pelaku UKM tak perlu ragu untuk melakukan tiga upaya tersebut. Buktinya, sejumlah pengusaha di Surabaya berhasil meningkatkan usahanya karena meniru usaha dari negara lain. Ditegaskan pula, juga tidak perlu malu untuk menerapkan sesuatu yang baik dari negara lain dan mengaplikasikannya di desa. Yang paling penting adalah rakyat makin sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan, masyarakat desa perlu fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik aparatur pemerintahan desa maupun masyarakat. Selain itu, perbaikan infrastuktur desa. Dan kedepan tantangan yang perlu ditindaklanjuti yakni kewirausahaan. Pemerintah wajib mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha. Pasalnya, kelompok pengusaha dibutuhkan karena mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk tantangan terakhir yaitu pengembangan ekonomi lokal. Semua tantangan tersebut menjadi pemacu untuk menggerakkan perekonomian sekaligus mengembangkan desa.
Gus Ipul berpesan, agar Pemerintah Kabupaten/Kota perlu terus membuat program agar Dana Desa dapat seimbang antara pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Satu diantaranya melalui program inovasi desa dengan menggelar pameran atau lomba.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar Mujianto mengatakan, untuk Kabupaten Blitar memasuki tahun ketiga penerimaan dana desa. Pihaknya akan terus melakukan upaya peningkatan penggunaan dana desa dalam pemberdayaan masyarakat. Ini sesuai arahan baik dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupaun Pemerintah Pusat.
Ditempat yang sama, Bupati Blitar, Drs. Rijanto, MM mengungkapkan, berbagai potensi Kabupaten Blitar mulai dari kuliner, potensi alam, produk unggulan, sampai potensi wisata seni, budaya dan sejarah terangkum dalam program aplikasi Amazing Blitar. Hal ini disampaikan oleh orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut, usai meresmikan aplikasi Amazing Blitar. Aplikasi tersebut memberi informasi tentang berbagai potensi Kabupaten Blitar. Menurutnya, dengan semboyan Ayo Bela dan Beli Produk Blitar, semoga aplikasi ini semakin membuat Blitar terkenal. Tidak hanya di Indonesia, namun juga mancanegara.
Seperti diketahui, kegiatan bursa inovasi desa yang dihadiri antara lain oleh Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, Ketua BPD diawali dengan peresmian pameran UMKM dan dilanjutkan dengan launching aplikasi Amazing Blitar. (Humas)