PEMBATIK BLITAR INGIN KEMBANGKAN TANAMAN TOM

Blitar – Sekitar enam belas peserta membatik dari Kabupaten Blitar mengikuti pelatihan membatik pada tanggal 11-14 Juli 2017 di Balai Besar Kerajinan dan Batik Jogjakarta. Selain belajar membatik, mereka ingin mengembangkan pohon Tom di Kabupaten Blitar, mengingat tanaman Tom sangat bermanfaat untuk perwarnaan batik.

Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan Usaha, Lyes Setyaningrum AT, SP, MM menyampaikan, kegiatan selama empat hari tersebut sangat bermanfaat. Para peserta antusias dan bahkan ingin membudidayakan tanaman tom. Tanaman ini sangat bagus untuk pewarna batik khususnya warna indigo. Dijelaskan pula, batik di Kabupaten Blitar masih lemah terkait dengan pewarnaan sehingga tepat jika tanaman ini dibudidayakan. Selama ini bahan pewarna batik masih harus mendatangkan dari luar Blitar dengan harga yang mahal. Harapannya, setelah mengembangkan tanaman tom atau yang lebih dikenal dengan tanaman indigo (Indigofera) dari suku polong-polongan atau Fabaceae ini, batik di Kabupaten Blitar mampu bersaing dengan batik-batik dari daerah lain. Hal senada juga disampaikan oleh Ir.Indra Gunawan, MM, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Ditegaskannya, pelatihan membatik yang diikuti 16 orang dari daerah atau areal tembakau antara lain dari Kesamben, Gandusari dan Kademangan ini bertujuan untuk memaksimalkan pewarnaan alam batik khas Kabupaten Blitar. Karena memang selama ini pewarnaan batik khas Blitar masih kurang bagus.

Lyes Setyaningrum AT,Sp,MM juga menyampaikan bahwa 16 peserta dari Kabupaten Blitar ini tidak asal peserta. Namun peserta yang benar-benar ingin mengembangkan batik khas Kabupaten Blitar, sehingga setalah pelatihan ini para peserta ini sanggup untuk memberikan pewarnaan alam pada batik khas Kabupaten Blitar dengan lebih bagus. Disampaikan pula bahwa, selama ini pewarnaan alam batik khas Kabupaten Blitar menggunakan kulit buah coklat.

Lebih lanjut Lyes Setyaningrum AT,Sp,MM mengungkapkan, dari hari pertama sampai akhir, kegiatan peserta sangat padat. Selasa, 11 Juli 2017 para peserta menerima materi teori membatik dan diperkenalkan bahan, alat sampai desain batik. Rabu, 12 Juli 2014, kegiatan praktek pembuatan zat warna dan membatik cap. Pada hari Kamis, 13 Juli 2017 peserta langsung belajar membatik tulis, praktek menutup, bironi dan praktek pewarnaan. Pada hari terkahir yakni Jumat, 14 Juli 2017, peserta berkesempatan mengunjungi lokasi penanaman pohon tom sebagai pewarna indigofera. Juga mengunjungi Sentra Batik Tulis Pewarna Alam di Kulonprogo. Narasumber kegiatan tersebut, Widodo dari Rumah Batik Tom, Gamal Bya, ST, Djoko S serta beberapa pendamping dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Jogjakarta.(Humas)

Check Also

Pelajar Selalu Antusias Sambut Mobil MBG, Personel Dapur Ikut Bangga

Bogor — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan Madang, Sentul, Savira Hazra mengaku bangga …