Blitar – Menjaga ibadah, ucapan, taat terhadap suami serta sering melakukan tasyakuran merupakan diantara tanda-tanda orang yang masuk surga. Apalagi pada Bulan Suci Ramadhan, diharapkan umat muslim memperbanyak ibadah. Hal ini disampaikan oleh KH.Ahmad Sulton saat memberikan tausiahnya pada kegiatan siraman rohani Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro, yang dirangkai dengan santunan anak yatim , Kamis (15/6).
Terkait dengan santunan anak yatim, menurutnya merupakan perbuatan atau amalan yang paling utama dan paling suci. Selain itu juga diharapkan memperbanyak sadaqoh, karena sodaqoh untuk menolak segala bala’. Sodaqoh tidak hanya dengan materi namun dengan tenaga dan pikiran.
KH.Ahmad Sulton juga mengingatkan pada siraman rohani Kamis pada 8 Juni 2017 lalu, menjaga ibadah juga harus ikhlas. Menjaga ibadah itu antara lain dengan tidak memfitnah, tidak melakukan kebohongan juga tidak melakukan pergunjingan. Diingatkan pula bahwa, manusia dibekali oleh Allah beberapa kodrat sejak lahir, yakni al ilham al fitri, al ahwaz, akal dan ad din (agama). Al Ilham al fitri ketika manusia sejak lahir sampai nanti menjadi renta bisa menangis, al awaz atau pancaindera, akal berarti manusia diberi akal untuk berkarya, berinovasi, dan ad din yakni agama sebagai tuntunan manusia dalam menjalani hidup.
Sebelumnya, Ketua GOW sekaligus Ketua TP PKK Kabupaetn Blitar, Ny.Hj.Ninik Rijanto dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada ibu-ibu jamaah pada acara siraman rohani tersebut. Pasalnya, ibu-ibu dari berbagai profesi yang hadir dalam acara siraman rohani tersebut telah memberikan kontribusi, menyumbang untuk anak-anak yatim. Harapannya, sumbangan itu bisa diterima apapun bentuk dan jumlahnya. Anak-anak bisa menjadi anak yang sholeh, sholekha, dan berkarya untuk bangsa.
Seperti diketahui, kegiatan siraman rohani yang disertai dengan santunan kepada 50 anak yatim tersebut, juga dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK, Ny.Untari Marhaenis, serta pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.
Memperkokoh Nilai Pancasila Dalam Ibadah
Peringatan Nuzulul Qur’an di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Senin (12/6) dihadiri Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM, anggota Forpimda serta diikuti oleh Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar. Dalam sambutannya, orang nomor satu di Kabupaten Blitar mengingatkan tentang Islam Rahmatan Lilalamin. Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Dan di Indonesia, terdiri dari beragam suku, agama, dan ras. Sehingga perbedaan, kebhinekaan benar-benar harus dijaga. Pada peringatan Nuzulul Qur’an kali ini, Bupati Blitar menyatakan, pada dasarnya peringatan hari besar umat Islam ini, sebagai momentum pengingat bagi umat Islam merenungkan kembali, sejauh mana kita mampu mendekatkan diri dengan Al-Quran, membaca dan menghafalnya serta menggali nilai-nilainya untuk dijadikan pedoman utama dalam kehidupan sehari hari. Atau dengan kata lain, menjadikan Al- Qur’an sebagai referensi utama dalam menyikapi setiap tantangan kehidupan. Selain itu, menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk beragama dalam memperkokoh Pancasila sebagai ideologi bangsa. Ini artinya, jika menjalankan kehidupan beragama yang berlandasan Al-Quran, sama dengan mengamalkan sila atau nilai dalam Pancasila. Mengingat Pancasila sangat sesuai dengan syariat Islam.
Bupati Blitar juga mengingatkan, 1 Juni merupakan peringatan hari Lahirnya Pancasila. Presiden Jokowi dalam sambutannya menegaskan, upacara ini meneguhkan komitmen agar seluruh bangsa Indonesia lebih mendalami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia.
Hal senada juga disampaikan , KH.Ahmad Sulton. Dalam tausiahnya menyampaikan, pentingnya menjaga keberagaman, menjaga toleransi. Karena Nabi Muhammmad SAW mengajarkan kepada umat Islam untuk selalu menujung toleransi. Karena dengan toleransi, sillaturahmi juga terjaga.(Humas)