KKP, DORONG KABUPATEN BLITAR JADI KAWASAN MINAPOLITAN

Blitar – Untuk kesekian kalinya, penghobi ikan hias koi dari berbagai kota di seluruh Indonesia mengadakan pameran dan  lomba  ikan hias ini. Ikan koi mengutip Wikipedia  berasal dari bahasa Jepang yang berarti ikan karper. Lebih spesifik lagi merujuk pada nishikigoi. Budidaya  ikan hias ini sudah bertahun-tahun berkembang di Kabupaetn Blitar. Bahkan kabupaten dengan julukan Seribu Candi dengan segala potensi ini, dinobatkan sebagai salah satu daerah kontributor ikan hias terbesar di tingkat nasional. Untuk itu Kementerian Kelautan dan Perikanan RI berharap, Kabupaten Blitar menjadi satu diantara kabupaten minapolitan. Minapolitan  merupakan konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan. Sementara itu Kawasan Minapolitan adalah  suatu bagian wilayah yang mempunyai fungsi utama ekonomi yang terdiri dari sentra produksi, pengolahan, pemasaran komoditas perikanan, pelayanan jasa, dan/atau kegiatan pendukung lainnya. Hal ini disampaikan oleh  Direktur Kawasan Budidaya Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI,  Ir. Arik Hari Wibowo, M.Si pada saat pembukaan The 6th Blitar Young Koi Show 2016 yang berlangsung pada 29 April- 1 Mei 2016 di Gedung Serbaguna, Sabtu (30/4).

            Menurutnya, koi Blitar merupakan andalan. Ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor. KKP bertekad untuk membenahi sarana, pemasaran sekaligus kemitraan, salah satunya dengan menjadikan suatu wilayah yang mempunyai potensi sebagai kawasan minapolitan. Direktur Kawasan Budidaya Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI juga mengungkapkan, di Indonesia terdapat spesies ikan hias air tawar sekitar 400 Spesies dari total 1.100.  Nilai ekspor dari tahun ketahunpun juga mengalami kenaikan. Tahun 2013, Indonesia urutan ke 4 dunia, Tahun 2014 mencapai 563 juta ekor, Tahun 2015 target 1,7 milyar ekor. Tahun 2016 target1,9 milyar ekor. Target pada Tahun 2017 sekitar 2,1 milyar ekor, Tahun 2018 ditargetkan 2,3 milyar ekor dan pada Tahun 2019 Indonesia memasang target 2,5 milyar ekor.  Terkait hal ini, KKP berharap Blitar sebagai salah satu kontributor untuk bisa mencapai target-target tersebut.

            Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kawasan Budidaya Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI juga memaparkan, diperkirakan stok ikan hias laut di Perairan Indonesia mencapai 3 miliar ekor, dengan potensi lestari sekitar 1,5 miliar. Selain itu, dari 9 wilayah pengelolaan, 5 wilayah diantaranya memiliki potensi lebih dari 200 juta ekor. Kelima wilayah itu meliputi, Laut Cina Selatan, Samudera Hindia, Laut Makasar & Laut Flores, Teluk Tomini & Laut Halmahera serta Laut Banda. Diakhir sambutannya, Ir. Arik Hari Wibowo, M.Si berpesan, agar akses program dari KKP selalu dilihat agar tidak ketinggalan.

            Sementara itu, Bupati Blitar, H.Rijanto dalam sambutannya mengungkapkan, petani ikan hias di Kabupaten Blitar mengalami peningkatan secara signifikan. Kesejahteraan petani ikan juga mengalami peningkatan. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menyambut baik harapan Direktur Kawasan Budidaya Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk menjadikan Kabupaten Blitar sebagai kawasan minapolitan. Karena itu kedepan diharapkan, usaha koi mampu mengakar dan bertahan. Melalui program pemberdayaan masyarakat dan perubahan mental pelaku usaha agar lebih giat melakukan inovasi. Supaya, pengelolaan usaha ikan koi yang semula bersifat tradisional menjadi usaha ekonomi kreatif edukasi dan wisata. Bupati Blitar juga menekankan, pada tahun mendatang, Bupati Blitar berharap menyatukan even Blitar Young Koi Show dan Blitar Koi Show dengan even penunjang pariwisata Kabupaten Blitar, seperti Festival Penataran atau Pasar Kuliner Malam Mingguan. Sehingga even akan akan menyedot animo masyarakat untuk mengunjungi Kawasan Wisata Penataran. Bupati Blitar juga berharap, pada koi show tingkat nasional mendatang bisa di pusatkan di Kanigoro dengan dihadiri oleh Menteri  Kementerian Keluatan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. 

            Mantan Wakil Bupati Blitar Era kepemimpinan Bupati Blitar , Herry Noegroho ini juga mengaku bersyukur karena berkesempatan menyerahkan SK Pengesahan Akte Pendirian Koperasi Pembudidaya Unit Pengembangan dan Pembinaan (UPP) King Fish Penataran, Koperasi Ikan Hias BKC (Blitar Koi Club) dan Koperasi Pengolah Berkah Adi Putra. Sebelumnya, Bupati Blitar ini menyerahkan piala bergilir Bupati Blitar kepada ketua panitia acara tersebut. Ketua Panitia Kontes Ikan Hias, Sugeng Edi Santoso menjelaskan bahwa tujuan dari kontes ini sebagai pemacu bagi para penggiat, penghobi ikan hias koi untuk lebih meningkatkan kualitas budidaya ikan koi. Peserta kontes dari berbagai kota di seluruh Indonesia antara lain, Surabaya, Malang, Bandung, Jakarta dan Palembang.  (Humas)

Check Also

Pelajar Selalu Antusias Sambut Mobil MBG, Personel Dapur Ikut Bangga

Bogor — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan Madang, Sentul, Savira Hazra mengaku bangga …